Jumat, 30 November 2012

Jumat, 30 November 2012

Hari terakhir di bulan November, Wellcome Desember. Aku menyambutmu dengan keceriaan.
seperti keceriaanku hari ini, memulai menghargai waktu dengan belajar menjadi seorang pengrajin songket. Ternyata mengasyikkan loh, selain menghasilkan uang, aku juga bisa menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita, khususnya Songket Palembang.

Aku punya mimpi, jika suatu sat aku bisa menjadi seorang pengusaha songket terkenal sekaligus bisa jadi seorang mahasiswa yang cerdas...

tak ada yang tak mungkin sahabat-lia, jika kalian punya tekad dan tetap optimis.
Jangan pernbah kalian sia- sia kan waktu yang ada. Bekerja keras lah semasa muda, dan nikmatilah hasilnya di masa tua. jangan pernah kalian mengandalkan orang tua kalian serta suami kalian kelak. Andalkanlah diri kalian sendiri, sahabat-lia.

Mulai sekarang, mari kita mandri dan jadilah diri sendiri. You're My Teacher.





Rabu, 28 November 2012

Rabu, 28 November 2012

Hari yang melelahkan, sekaligus menyenangkan. hari ini aku aku kuliah mulai dari jam 08.00, mulai dari matakuliah Telaah kurikulum, dilanjutkan dengan psikologi sosial dan istirahat sambil ikut pemilu. hari ini dikampus kami yang tercinta diadakan pemilihan presiden dan wakil presiden mahasiswa.

selain itu, aku juga bertemu dengan teman SMA ku dulu yang sengaja mampir ke fakultasku. Ada banyak pekerjaan yang melelahkan, namun sekaligus menyenangkan. mata kuliah kewarganegaraan yang harus kuliah mandiri, membuatku sedikit kerepotan dengan situasi kelas yang cukup ramai dan penuh canda. kelompokku yang hari ini harus memperesentasikan makalah pun, menjadi lebih seru. sebab, tak ada kekakuan di kelas hari ini. mulai dari matakuliah awal hingga akhir....

Allah, berilah aku hari yang selalu bahagia, seperti halnya hari ini. tak ada tangis dan hanya ada tawa....
sebab, sedetik itu jauh sangat bermanfaat dari satu hari namun disia- siakan saja.


Senin, 26 November 2012

Selasa, 27 November 2012



Hari ini aku merasa diriku cukup berarti, pagi- pagi sekali aku mulai merasakan peluhku bercucuran akibat aktivitas yang kulakukan semenjak pagi.
Pukul 08.30, aku mulai menunggu angdes. tak terlalu lama aku mendapati angdes yang tak terlalu penuh. betapa senangnya aku, sebab hari ini aku tak perlu menunggu lama angdes untuk berangkat ke kampus.
perjalanan yang cukup panjang pun mulai kulalui, banyak penumpang yang ikut bersamaku. dan akhirnya aku mendapati penumpang yang sedikit tak pengertian. Ibu setengah baya itu, seolah-olah tak mengetahui bahwa aku hampir saja takduduk di angkot itu. Ia terus saja duduk dengan seenaknya, tanpa memperhatikan orang disekitarnya.
aku yang berusia paling muda disana,berusahauntuk tetap menjaga sopan santunku, ku tahan keadaan itu sampai akhirnya aku sampai ke pasar Indralaya. namun, sebelumnya aku ditugaskan untuk mengantarkan Songket pesanan salah seorang teman kakakku di Talang Aur.

Pukul 9.15 menit, aku naik angkot yang kedua yaitu angkot jurusan kampus. setelah menghabiskan waktu 40 menit, akhirnya aku sampai ke kampus. padahal biasanya untuk mencapai kampusdari terminalpasarhanya membutuhkan waktu sekitar 30 m3nit. namun, hari ini pak sopir angkotitu harus mengantarkan salah seorang penumpangnyaterlebih dahulu kearah rumahmakan Soponyono yang jaraknya lumayan jauh.

Akhirnya, hampir pukul 10.00, aku tiba di kampus Universitas Sriwijaya. jalanku agak tergesa- gesa, aku takut Ibu Camel, asisten dosen yang akan memberikan Mid mata kuliah hukum perdata pagi ini telah masuk dan aku akan terlambat.
Sesampainya dikelas, aku menemukan teman- temanku telah hadir, namun tak kutemui wajah Bu Camel yang penuh pengertian dan aku hanya mendapati kakak tingkatku yang memberikan berita bahwa Bu Camel tidak dapat hadir, ia sakit. dan akhirnya kami tetap melakukan Mid, meskipun Bu Camel tak hadir.

Aku menyukai hari ini, seperti hari- hari sebelumnya. sebab, hari ini aku masih bisa bermanfaat untuk orang lain dan aku masih mampu menatap senja yang akanhadir di ujung harinanti.
Terimakasih Ya Allah, Engkau telah memberikan sebuah lorong kehidupan yang begitu indah bagiku. meskipun banyak lorong- lorong lain yang kan membuatku binggung dengan berbagai pilihan.



Seberkas Sinar


Seribu mimpi melayang dalam angan yang tak berujung
Menyampaikan sejuta pesan pada Sang pencita
Andai aku dapat menata kembali puing- puing yang menyerpih
Menjadi secarik kertas untuk kukirimkan pada-Mu
Pada yang maha Melihat
Melihat hatiku yang menjerit di tengah keramaian
Keramaian segala yang berbau dan terlihat putih, bersih dan suci

Minggu, 25 November 2012

Seuntai Kata Untuk Tuhan


Tuhanku, Aku mohon pada-Mu
Tolong dekap aku dalam setiap hela nafasku
Peluk  aku di dalam mimpi- mimpi terindahku
Dan…..
Bagunkan daku di subuh terindah dalam hidupku…
Tuhanku…
Aku butuh setitik api yang mampu menghangatkan jiwaku…..
Aku ingin setetes embun yang kan menyejukkan dadaku…
Tuhanku…..
Seuntai kata daku ucap dalam setitik kelam hidupku…
Tuhanku, daku meminta pada-Mu dalam sebutir air mata yang terurai
Tolong daku…. Tolong genggam jemariku, pegang erat tanganku….
Bangkitkan aku dari keterpurukan yang kan menderaku….
Bunuh jiwa kesembongan yang melilit hati dan perasaanku….
Dan…..
Jadikan daku manusia yang mampu menyempurnakan manusia lainnya….
Jadikan daku wanita yang mampu menatap jauh ke depan,
Menentang dalam kelam dan mampu menghapus bayangan buruk cermin hatiku….
Tuhan, inilah seuntai kata yang daku harap akan menjadi jembatan antara aku dan KEESAAN-MU

Created by Sawalia Solah Pkn ‘11